🍆 Konflik Yang Terdapat Dalam Kutipan Cerpen Tersebut Adalah
Pesanatau amanat pada cuplikan cerpen tersebut adalah jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang. Amanat tersebut dapat ditemukan dari watak tokoh aku yang menjadi sombong ketika ia sudah menguasai bahasa Belanda. Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah suami Soleha dan Soleha perang mulut mengenai penguburan jenazah anaknya. 14.
SOALSASTRA INDONESIA. 1. Dalam bagian pengantar, Prof. Bakdi Sumanto dari UGM menyatakan bahwa yang dimaksud penulis dengan teater tradisional bukanlah teater yang mentradisi, melainkan teater yang dilahirkan dari upacara-upacara adat. Ini berarti teater tradisional yang disajikan dalam buku ini terkait erat dengan kepercayaan animistik dan
Cerpenatau cerita pendek adalah sebuah bentuk kisah prosa yang pendek. Konflik pada cerpen adalah masalah yang diungkapkan pada cerpen tersebut. Pada kutipan di atas, terdapat Samar-samar dia sadari bahwa dia telah kehilangan adiknya. Paijo tercinta. Kalimat tersebut menjelaskan bahwa tokoh kehilangan adiknya, orang yang dia sayangi yaitu Paijo.
Kutipanbiografi R.A Kartini tersebut termasuk bagian dari. a. Orientasi. b. Permasalahan. c. Puncak konflik. d. Peristiwa dana masalah. Jawaban : A. 11 - 25 Soal Buku Fiksi dan Nonfiksi Pilihan Ganda dan Jawaban. 11. Berikut yang termasuk bagian reorientasi pada kutipan-kutipan biografi R.A. Kartini adalah. a.
88 Watak tokoh kakek dalam kutipan cerpen tersebut adalah . a. pemarah b. pendendam c. pemalu d. penyabar e. perasa Jawaban: a 89. Dalam diskusi kadang-kadang ada peserta yang pendapatnya salah. Cara yang tepat untuk mengatasi hal tersebut adalah . a. menghentikan diskusi yang sedang berlangsung b. memberikan komentar tentang pendapat
Konflikadalah pertentangan yang salah antar kedua atau beberapa pihak dengan lainnya. Kutipan cerpen di atas menceritakan bahwa tokoh aku dan Bapak yang bertemu Lik Timin terjatuh di pematang sawah dan panik karena ladang jagung mereka rusak. Lalu, tokoh Bapak langsung lari dan tokoh Aku menyusul Bapak.
KeteladananKalilah yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah: Mengingatkan Dimnah agar tidak mencampuri urusan raja. Hal ini di perjelas oleh kalimat: • Bukan kita orangnya yang patut mencam puri hal raja dan memperkatakannya. • Ketahuilah, orang senang mencampuri urusan bukan urusannya sendiri, serupa halnya dengan kera yang mencampuri
Konflikpada diri si suami (Paing) dalam kutipan cerpen tersebut adalah . rasa tidak berdaya lagi untuk berusaha setelah tempat pencari nafkahnya dirampas temannya ; kebingungan untuk mencari nafkah buat keluarganya karena sudah kehilangan mata pencarian yang dirampas temannya
Sudutpandang pada kutipan cerpen tersebut mengambil posisi sebagai pelaku utama. Hal itu terlihat dari penggunaan kata aku sebagai pencerita utama. Oleh sebab itu, jawaban untuk soal tersebut ialah: A. 2. Watak tokoh "aku" dalam penggalan cerita tersebut adalah: A) Percaya diri. B) Mudah menyesuaikan diri. C) Sombong. D) Rajin berusaha
Cerpenini menceritakan kegundahan tokoh - tokoh serta konflik batin yang terjadi karena kepergian seorang pendeta. Setelah membaca cerpen tersebut, penulis tertarik untuk menjadikannya sebagai objek kajian sastra. Penulis ingin melihat konflik batin yang dialami oleh tokoh - tokoh dalam cerpen tersebut merujuk pada pendekatan psikologi sastra.
Konflikyang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah . A. Anisa dan Handoko tidak jadi menikah. B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya. C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko. D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia. Jawaban: B. 3. Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris.
Demikiankakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. 1. Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah A. Anisa dan Handoko tidak jadi menikah. B. Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya. C. Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko. D. Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia. 2.
fkkpW. Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh soal simpulan sebab/akibat konflik cerpen dan fabel dalam ujian nasional bahasa Indonesia. Semoga contoh soal yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari soal-soal terbaru seputar indikator soal simpulan sebab/akibat konflik cerpen dan fabel dalam ujian nasional bahasa Indonesia. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami simpulan sebab/akibat konflik cerpen dan fabel dalam ujian nasional bahasa Indonesia. A. Materi Soal Ujian Nasional 2020 Konflik merupakan kejadian yang tergolong penting atau unsur esensial dalam pengembangan alur atau plot. Kemampuan pengarang untuk membangun konflik melalui berbagai peristiwa akan menentukan kadar kemenarikan cerita yang dihasilkan. Biasanya pembaca akan menyukai karya narasi tersebut jika ada konflik antartokoh di dalamnya. Sebenarnya yang dihadapi dan menyita perhatian pembaca sewaktu membaca karya narasi adalah peristiwa-peristiwa konflik, konflik yang semakin memuncak, klimaks, dan penyelesaian. Konflik adalah sesuatu yang dramatik yakni pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan. Kehidupan yang tenang dalam cerpen dan fabel tanpa adanya masalah yang memacu munculnya konflik berarti tidak ada cerita. Peristiwa dan konflik berkaitan erat dan saling menyebabkan terjadinya satu dengan yang lain. Ada peristiwa tertentu yang dapat menimbulkan terjadinya konflik. Sebaliknya, karena terjadi konflik, peristiwa-peristiwa lain dapat bermunculan. Konflik demi konflik yang disusul oleh peristiwa demi peristiwa akan menyebabkan konflik meningkat. Konflik yang makin meruncing disebut klimaks. B. Contoh Soal Ujian Nasional 2020 Berikut ini adalah tujuh contoh soal ujian nasional dengan indikator soal yang diujikan yaitu anak didik mampu menentukan simpulan sebab/akibat konflik dalam teks cerpen dan fabel. Adapun contoh soal tersebut adalah sebagai berikut. 1. Bacalah kutipan cerpen berikut! Seharusnya pukul tujuh tadi Deo sudah mencangkung di kelas. Bersiap menjalani rutinitas harian sebagai anak 11 tahun belajar di sekolah. Namun, Deo bosan. Itu yang ia sampaikan berulang kali kepada ayah dan ibunya. Deo bosan sekolah. Sayangnya ayah dan ibu tidak sekali pun menganggap serius perkataan Deo tersebut. Dengan pola yang selalu sama, mereka menyuruh Deo agar rajin belajar di sekolah, jangan malas, supaya nanti menjadi orang sukses. Seperti ayah dan ibu? Suatu kali Deo bertanya. Kedua orang tuanya saling bertatapan. Tanpa menjawab apa-apa. "Tapi Deo tidak mau menjadi seperti ayah dan ibu yang sibuk kerja terus," lanjut Deo. Bila sudah seperti orang tua membelokkan pembicaraan ke arah hal-hal yang disukai Deo video game, sepatu baru, drone edisi anak-anak, kacamata VR. Mereka mengira omongan Deo hanyalah jalan memutar yang Deo lalui demi maksud -maksud lain. Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. tokoh Deo takut kepada orang tuanya B. tokoh Deo kecewa dengan orang tuanya C. tokoh Deo teringat keinginan orang tuanya D. tokoh Deo meminta hadiah dari orang tuanya Pembahasan Kutipan cerpen tersebut berisi konflik mengenai tokoh Deo bosan sekolah. Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah tokoh Deo merasa ayah dan ibunya tidak memperhatikannya karena sibuk bekerja. 2. Bacalah kutipan cerpen berikut! Bermalam-malam cerita nenek mengiang-ngiang di telinga. Lalu dengan bangga kuceritakan kepada teman-teman apa yang kudengar dari nenek. Teman-teman percaya. Mereka lalu menceritakan kepada orang tua dan saudaranya. "Bagaimana kalau kita tangkap beberapa ekor kunang-kunang, lalu kita masukkan botol?" usul Saim waktu itu. "Untuk apa?" tanyaku dan beberapa teman lain. "Supaya kita bisa melihat air mata bidadari!" jawab Saim. Malam itu kami berlima dengan mudah menangkap puluhan kunang-kunang, langsung kami masukkan dalam botol. Siang hari sepulang sekolah kami ingin melihat air mata bidadari. Gagal. Ternyata kunang-kunang itu mati! "Aku ingin menangkap kunang-kunang lagi, Pak!" teriak Nuri membuyarkan lamunanku. "Jangan. Tidak boleh!" jawabku. Akibat konflik dalam kutipan dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. tokoh Saim ingin menangkap kunang-kunang B. tokoh Nuri dilarang menangkap kunang-kunang C. tokoh Nuri sedih dengan kematian kunang-kunang D. tokoh Saim kecewa dengan perubahan kunang-kunang Pembahasan Konflik pada kutipan tersebut adalah tokoh Nuri dan teman-teman gagal melihat perubahan kunang-kunang menjadi air mata bidadari. Akibat konflik tersebut, tokoh Nuri ingin menangkap kunang-kunang lagi. Namun, keinginannya tersebut dilarang ayahnya. 3. Bacalah teks berikut! "Pak Lurah, pohon pisang dibelakang rumahku telah dirobohkan oleh Marhmur. Buah pisangku yang sudah matang pun diambilnya! Apa yang harus kulakukan! Ingin sekali aku tebang juga pohon di rumahnya. Atau aku laporkan kepada Polisi?" kata Pak Binsar. "Tindakan itu memang salah. Namun ingat, jangan melebih-lebihkan. Bagi kampung kecil kita ini, hal harus diutamakan adalah kerukunan kampung. Janganlah masalah kecil kita besar-besarkan. Semua soal harus diselesaikan dengan baik-baik. Tidak boleh main hakim sendiri. Masih ingatkah kau pada peristiwa Joni dan Tono tempo hari? Hanya soal utang sepuluh ribu saja seorang meninggal dan yang lain meringkuk di penjara. Penyebab konflik cerita pada teks tersebut adalah .... A. laporan seorang warga tentang pohon pisang yang dirobohkan dan buah pisang yang diambil orang lain B. Tono meninggal karena utang sepuluh ribu C. Joni dipenjara karena berkelahi dengan Tono dan menyebabka Tono kehilangan nyawa D. seorang warga yang kehilangan pohon pisangnya Pembahasan Konflik yang terjadi pada teks tersebut adalah adanya masalah tindak penebangan pohon dan pengambilan buah yang dilaporkan seorang warga terhadap pohon pisangnya. Orang yang dilapori menasihatinya agar tidak emosi dan memberi contoh buruk berkaitan tindakan emosi karena hal kecil. Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 4 dan 5! Ketika pulang sekolah, Piyun berjalan kurang hati-hati. "Aduh..!!!" Piyun menjerit kesakitan. Kaki kanannya tersandung gundukan aspal, yang biasanya disebut polisi tidur. Ia memegangi ujung sepatunya, memijit-mijit ibu jari kakinya yang berdenyut-denyut nyeri. Mulutnya meringis menahan sakit. Setelah agak reda, Piyun berjalan lagi. Langkahnya tertatih-tatih. Baru beberapa meter ia merasakan sesuatu yang aneh. Ada yang tak beres di sepatu kanannya. Ia berhenti, lalu menengok ke sepatunya. "Ya, ampuun..., lepas lagi! Gumam Piyun. Matanya memelototi sol sepatunya yang lepas. Bagian depan sepatu itu menganga lebar. Belakangan ini Piyun selalu direpotkan sepatu ini. Padahal sepatu itu milik Piyun satu-satunya. Mau beli yang baru? Ah, rasanya tidak mungkin. Ibu belum punya uang untuk membeli sepatu baru. Ketika melewati pertigaan, ia melihat Pak Kiran sedang mengecat rumah besar. Biasanya Pak Kiran mengecat bersama Narto. Tapi hari ini Narto tidak kelihatan. Ahai, tiba-tiba terlintas ide cemerlang. Piyun akan membantu pekerjaan Pak Narto sehingga memeroleh uang untuk membeli sepatu baru. 4. Penyebab konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. Piyun membeli sepatu baru dari hasil jerih payahnya sendiri. B. Ibu tidak memiliki cukup uang untuk membelikan Piyun sepatu baru. C. Piyun selalu direpotkan oleh sepatu barunya yang ternyata mudah rusak. D. Piyun tidak hati-hati ketika berjalan sehingga sepatunya rusak karena tersandung. Pembahasan Konflik timbul jika ada penyebabnya. Konflik dalam kutipan cerpen dialami oleh tokoh Piyun. Piyun mengalami konflik batin karena tidak dapat membeli sepatu baru. Penyebab konflik batin tersebut adalah Piyun tidak berhati-hati ketika berjalan sehingga sepatunya rusak karena tersandung. Jadi, pilihan jawaban tepat terdapat pada pilihan jawaban D. 5. Akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. Piyun putus asa dan mengaduh pada ibunya. B. Piyun bekerja membantu Pak Narto mengecat rumah C. Ibu bekerja keras mencari uang untuk membeli sepatu D. Piyun pura-pura pincang sehingga tidak terlihat jika sepatunya rusak. Pembahasan Konflik yang dialami tokoh Piyun akan menimbulkan akibat. Tokoh Piyun mengalami konflik batin karena tidak bisa membeli sepatu baru untuk mengganti sepatunya yang rusak tetapi ia tidak memiliki uang. Ia pun membantu Pak Narto mengecat rumah untuk mendapatkan uang yang akan ia gunakan untuk membeli sepatu baru. Jadi, akibat konflik dalam kutipan cerpen tersebut terdapat pada pilihan jawaban B. Bacalah kutipan fabel berikut untuk menjawab soal nomor 6 dan 7! Di suatu daerah pertanian hiduplah dua ekor ayam jantan yang saling bermusuhan. Mereka sering berkelahi antara keduanya. Pada suatu hari mereka memulai pertengkaran dan kembali berkelahi, saling mematuk dan mencakar. Mereka berkelahi terus hingga salah satunya dikalahkan dan lari menjauh ke sudut untuk bersembunyi. Ayam jantan yang memenangkan perkelahian itu dengan bangganya terbang ke atas atap kandang. Ia mengepak-ngepakkan sayapnya, berkokok dengan sangat bangga dan keras seolah-olah dia ingin memberitahukan keseluruh dunia tentang kemenangannya. Namun, saat itu seekor burung elang yang terbang di udara mendengar dan akhirnya melihat ayam tersebut di atas atap. Burung elang tersebut akhirnya turun menyambar dan menerkam ayam jantan tersebut. Ayam itu dibawa ke sarangnya. Ayam yang kalah itu melihat seluruh kejadian. Ia keluar dari tempat persembunyiannya dan mengambil tempat sebagai pemenang dalam perkelahian tadi. 6. Penyebab konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah .... A. kemenangan seekor ayam jantan B. kesombongan seekor ayam jantan C. permusuhan kedua ayam jantan D. kekalahan seekor ayam jantan Pembahasan Penyebab konflik dapat menimbulkan akibat konflik. Penyebab konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah permusuhan kedua ayam jantan. Kemudian, mereka berkelahi saling mematuk dan mencakar. Salah satu ayam jantan menang. Ia menjadi sombong dengan mengepak-ngepakkan sayapnya dan berkokok sangat keras di atas atap kandangnya. Akibat kesombongan ayam tersebut seekor elang menyambar dan menerkam ayam itu. Jadi, penyebab konflik dalam kutipan fabel tersebut terdapat pada pilihan jawaban C. 7. Akibat konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah .... A. Seekor elang menyambar dan menerkam ayam jantan. B. kedua ayam berkelahi dan saling mencakar C. seekor ayam jantan mengepak-ngepakkan sayapnya D. seekor ayam jantan naik ke atap kandang Pembahasan Konflik dalam kutipan fabel tersebut adalah perkelahian antara dua ekor ayam jantan. Salah satu ayam tersebut menang berkelahi. Konflik tersebut akan menimbulkan akibat ayam jantan tersebut disambar oleh burung elang. Jadi, akibat konflik terdapat pada pilihan jawaban A. >> Pelajari Juga Indikator Soal Menentukan alasan penggunaan ejaan dan tanda baca Memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca Menggunakan ejaan dan tanda baca pada teks Menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca Menentukan alasan kesalahan penggunaan istilah, kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf Memperbaiki kesalahan penggunaan istilah, kata, kalimat, dan ketidakpaduan paragraf Menggunakan konjungsi yang tepat dalam kalimat Menggunakan kata bentukan Menunjukkan kesalahan penggunaan kata dan kalimat Mengubah teks kebentuk lain Menulis dengan ilustrasi tertentu Memvariasikan kata dan kalimat sesuai konteks Melengkapi paragraf atau bagian teks Menyusun urutan kalimat berbagai jenis teks Melengkapi kalimat dengan istilah/kata Mengomentasi unsur intrinsik karya sastra Menunjukkan bukti latar dan watak Mengomentari isi teks Menyimpulkan isi teks Menentukan ide pokok teks Perbandingan pola pengembangan dan penggunaan bahasa cerpen dan fabel Simpulan sebab/akibat dalam cerpen dan fabel Simpulan makna simbol dalam cerpen dan fabel Bagian cerpen/fabel dan isi tersirat dalam cerpen/fabel Perbandingan penggunaan bahasa dan pola penyajian beberapa teks Makna kata dan makna tersurat dalam cerpen dan fabel Keunggulan/kelemahan karya sastra dan nonsastra Ringkasan isi teks Penggunaan bahasa dan pola penyajian jenis teks Rangkuman/ringkasan isi teks Simpulan pendapat pro dan kontra Gagasan utama, kalimat utama, dan simpulan teks Menentukan bagian teks Menentukan informasi tersurat teks Menentukan makna kata/kalimat dalam teks >> Ayo berlatih soal online di link berikut! >> Soal Online UN 2019/2020
Aku dan Bapak masih dalam perjalanan ke Iadang ketika dari arah depan terdengar seseorang berteriakÂ-teriak. "Mati aku! Mati aku!" Kami bergegas menuju suara tersebut. Kami menemukan Lik Timin nglesot di memukul-mukul tanah. "Kenapa, Min?" tanya Bapak. "Rusak!" Ia meraung. "Rusak, Kang!" ''Apanya yang rusak?" Bapak mengejar. "Jagung! Ludes!" "Ludes? Jagungmu?" "Jagung kita!" "Kita?" Tanpa menunggu Lik Timin mengiakan, Bapak melesat. Aku pontang-panting menyusulnya, meninggalkan Lik Timin yang masih menelungkup di tanah. Sebentar kemudian, kami sudah sampai di Iadang. Dikutip dari Mahfud lkhwan, "Jeritan Tengah Malam" dalam Belajar Mencintai Kambing, Yogyakarta, Buku Mojok, 2016 Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Cerpen yang banyak dibaca dan viral pasti memiliki konflik yang menarik tapi juga unik. Berikut ada 7 cara membuat konflik dalam cerpen menarik dan mudah dan bisa jadi sebuah cerita yang akan viral dan bisa best seller dalam karya ciptaanmu sendiri. Sebuah cerita memiliki tiga bagian yang menentukan alurnya, yang disebut juga sebagai alur cerita. Tiga bagian alur cerita ini adalah orientasi, konflik, dan penyelesaian cerita. Dari tiga bagian alur cerita tersebut, konflik biasanya menjadi bagian yang ditunggu-tunggu oleh pembaca, karena menampilkan dan menceritakan masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh pada cerita tersebut. Konflik dalam kehidupan sehari-hari dapat diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan. Sedangkan dalam sastra atau karya sastra, konflik adalah ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama. Hal ini bisa terjadi sebagai pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, atau sebagainya. Sama seperti pada karya tulis lainnya seperti novel dan dongeng, konflik cerita juga terdapat dalam cerpen. Bagi kamu yang ingin membuat cerpen, berikut ini adalah cara untuk membuat konflik dalam cerpen, serta contoh-contoh konflik dalam cerpen. Baca Juga Apa itu Bookstagram? Daftar Isi Artikel 1Cara Membuat Konflik dalam Cerpen yang Menarik1. Berfokus pada Ide Cerita2. Buat Hambatan untuk Karakter di Cerpen3. Ketahui Hal yang Dipedulikan oleh Karakter4. Buat Adrenalin Pembaca Meningkat5. Munculkan Hal yang Ditakuti Karakter Utama6. Buat Pilihan yang Sulit untuk Karakter Utama7. Percepat KonflikContoh Konflik dalam Cerpen1. Menentukan Pilihan2. Bahaya Mengancam Keluarga3. Menghadapi Ketakutan Cara Membuat Konflik dalam Cerpen yang Menarik Sebuah cerpen dianggap menarik salah satunya dilihat dari konflik yang ada dalam cerpen tersebut. Bagian konflik terbagi menjadi tiga, yaitu saat konflik mulai muncul, saat konflik hampir mencapai puncaknya, hingga saat konflik sudah mencapai titik puncak atau klimaks konflik. Agar konflik dalam cerpenmu menjadi lebih menarik, perhatikan cara membuat konflik dalam cerpen berikut ini 1. Berfokus pada Ide Cerita Cara pertama untuk membuat konflik dalam cerpen adalah dengan tetap berfokus pada ide utama cerita. Ide cerita yang dimaksud adalah masalah yang terjadi pada tokoh utama. Sehingga berfokus pada ide cerita akan membuat konflik pada cerpen tidak melebar dan meluas. Hindari untuk membahas atau menceritakan terlalu banyak tentang tokoh pendukung, sampai porsi tokoh utama hanya sedikit. Selain itu, jika konflik pada cerpen tidak berfokus pada ide cerita, akan membuat pembaca bingung untuk mengetahui konflik cerita. 2. Buat Hambatan untuk Karakter di Cerpen Membuat hambatan untuk karakter atau tokoh dalam cerpen juga bisa menjadi cara yang tepat untuk membuat konflik. Hambatan untuk karakter utama ini akan menjadi masalah besar dan memunculkan konflik dalam cerpen. Agar konflik terlihat semakin menarik, sebaiknya buat hambatan yang solusinya sulit ditemukan. Apa Masalah Anda dalam Menulis Buku? Baca juga Sumber-Sumber Ide Penulisan 3. Ketahui Hal yang Dipedulikan oleh Karakter Selain menciptakan hambatan untuk karakter pada cerpen, membuat konflik yang berhubungan dengan hal yang dipedulikan oleh karakter juga bisa dilakukan. Membuat konflik dengan cara ini bisa dilakukan dengan cara memunculkan konflik yang berkaitan dengan anggota keluarga, orang yang disayang, atau barang-barang penting miliki karakter utama. 4. Buat Adrenalin Pembaca Meningkat Konflik dalam cerpen memang sebaiknya tidak dibuat terlalu panjang, tapi harus dibuat secara jelas dan menarik. Hal ini bukan berarti penulis cerpen tidak bisa membuat konflik yang sulit dan menantang. Konflik dalam cerpen juga sebaiknya dibuat sekompleks mungkin, hingga menaikkan adrenalin pembaca dan terkesan menegangkan. 5. Munculkan Hal yang Ditakuti Karakter Utama Memunculkan ketakutan karakter atau tokoh utama juga menjadi cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah konflik dalam cerpen. Penulis bisa mencari ketakutan terbesar karakter utama menjadi sebuah konflik, kemudian memunculkan solusinya. Panduan Expert Menulis Novel Sampai Terbit penulis sudah unduh dan baca e-book Panduan Menulis Novel ini! 6. Buat Pilihan yang Sulit untuk Karakter Utama Menentukan pilihan akan sesuatu, misalnya dalam memilih seseorang juga bisa menjadi konflik yang menarik dalam cerpen. Ketika karakter utama harus menentukan pilihan, hal ini bisa menimbulkan konflik dalam dirinya sendiri, maupun bagi orang lain yang harus dipilih. 7. Percepat Konflik Jalan cerita yang terlalu panjang akan membuat pembaca jadi bosan dan pembaca cenderung lupa pada inti cerita. Maka dari itu, konflik yang dituliskan dalam cerpen sebaiknya dipercepat, tapi tetap bisa menaikkan adrenalin pembaca dan menjadi konflik yang menegangkan. Hal yang paling penting dari 7 poin diatas adalah memahami calon penikmat cerita tersebut. Makanya, perlu banget memahami sasaran pembaca itu sendiri. Nah, pahami disini mengenai Sasaran Pembaca. Contoh Konflik dalam Cerpen Berikut ini adalah beberapa contoh konflik dalam cerpen dengan tema yang berbeda-beda, sebagai contoh bagi penulis untuk menulis cerpen 1. Menentukan Pilihan “Entahlah, Aryo. Aku tidak bisa memutuskannya secepat itu. Kurasa aku terlalu kaget, aku nggak menyangka selama ini kamu punya perasaan seperti itu ke aku,” ucap Anita ke Aryo, sahabatnya sejak mereka SMP. Sebelumnya, Aryo tiba-tiba menyatakan perasaannya ke Anita, padahal mereka sudah bersahabat selama lebih dari 10 tahun. Pada saat yang sama, Anita saat ini juga sedang kembali menata hidupnya setelah gagal menikah dengan kekasihnya setelah tiga tahun berpacaran. Ia tidak pernah menyangka juga kalau Aryo ternyata menyukainya, karena Aryo juga baru saja putus dari pacarnya. “Aku mengerti kondisimu saat ini, Anita. Aku juga nggak memaksa agar kita berpacaran. Aku hanya ingin kamu tahu saja, karena sudah lebih dari lima tahun aku suka padamu,” jelas Aryo. “Terima kasih karena kamu sudah mengerti kondisiku saat ini dan sudah jujur. Tapi saat ini biarlah hubungan kita tetap seperti ini,” Anita menjawab dengan hati yang bimbang. 2. Bahaya Mengancam Keluarga Rara tidak henti-hentinya menonton tayangan berita itu di televisi, tentang pesawat yang jatuh di sekitar Laut Jawa. Dilihat dari nomor seri pesawat, itu sama seperti yang digunakan oleh keluarganya yang berangkat pagi tadi dari Surabaya. Ayah, ibu, adik ipar, dan keponakannya rencananya akan ke Jakarta untuk mengantar adik ipar dan keponakannya pulang setelah liburan di rumah ayah dan ibunya. “Mas, itu bukan pesawat yang digunakan Bapak dan Ibu pagi ini, kan?” tanya Rara sambil setengah menangis ke suaminya, Satrio. “Sepertinya memang itu pesawat yang digunakan Bapak dan Ibu untuk ke Jakarta pagi ini, Rara. Aku sudah memeriksa e-tiket yang mereka kirimkan beberapa hari lalu,” jawab Satrio sembari memeluk Rara. Seketika itu juga tangis Rara pecah, seakan tak percaya hal ini terjadi pada keluarganya. Bahkan saat ini Rara tidak bisa berpikir, tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ia hanya teringat rencana-rencana yang akan dilakukan bersama Bapak dan Ibu jika mereka sudah sampai Jakarta. Termasuk kejutan yang akan ia berikan, mengenai kehamilannya. 3. Menghadapi Ketakutan Entah sudah berapa lama Robby berdiri di depan rumah dengan pagar berwarna biru tua itu. Sepertinya sudah lebih dari 20 menit. Hatinya ragu, apakah ia harus mengetuk pintu rumah itu atau tidak. Ya, itu adalah rumah ayahnya, ayah kandungnya yang sudah meninggalkan ia, ibunya, serta dua adiknya yang saat itu masih sangat kecil. Robby sendiri baru berusia tujuh tahun saat ayahnya memutuskan untuk pergi dari rumah. Selama bertahun-tahun ia mencari ayahnya, walau hal ini selalu ditentang oleh ibunya. Sebenarnya, sudah sejak dua tahun lalu Robby mendapatkan alamat rumah tempat ayahnya saat ini tinggal. Namun baru hari ini Robby berani pergi ke alamat tersebut. Tepat satu bulan setelah ibunya meninggal. Selama dua tahun itu pula Robby takut, apakah ayahnya akan mengenali dirinya dan menerimanya atau tidak. Hari ini, Robby memberanikan diri pergi ke alamat itu untuk memberitahukan bahwa ibunya sudah meninggal, namun entah apa tujuannya. Ia juga belum tahu. Semoga pembahasan singkat mengenai cara membuat konflik cerpen yang menarik beserta contohnya mudah untuk dipahami dan dipraktikkan. Dengan mempraktikkannya, cerita pendekmu bisa menjadi bacaan yang viral. Penulis Tyas Wening
konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah